Halo sahabat Komunikasi,
kali ini kita bakalan membahas tentang Efektivitas PR Online
Pada era globalisasi sekarang ini PR semakin mengikuti perkembangan
zaman, internet menjadi sarana pilihan efektif bagi praktisi PR untuk
melakukan kegiatannya. Kegiatan PR menemukan kembali standar dan
metodologi untuk melindungi, mengelola, dan memelihara aset paling
berharga, yaitu citra atau image yang akan meningkatkan kepercayaan dan reputasi.
Kini, hampir seluruh aktivitas PR dapat dilakukan menggunakan
teknologi internet dari mulai melakukan kegiatan publikasi, melakukan
hubungan dengan pengguna informasi dan yang lebih hebatnya lagi bahwa
management kehumasanpun dapat dilakukan di internet. Dengan demikian,
kegiatan kehumasan bisa lebih fleksibel dari yang dilakukan di dunia
nyata, di mana program kehumasan konvensional menegelurkan budget hampir
ratusan juta, jika program tersebut dilakukan di dunia internet akan
jauh lebih murah.
Perkembangan teknologi komunikasi, menyadarkan kita akan sebuah dunia
baru dengan interaksi tanpa batas. Perkembangan internet ini pun,
mengubah pola interaksi masyarakat berupa interaksi bisnis, ekonomi,
sosial, juga budaya. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan
efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana
komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi
yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau
lembaga lainya. Sebagai seorang public relations, sudah sepatutnya siap
dalam menghadapi tantangan global ini. Manfaat teknologi komunikasi bisa
baik ataupun buruk tergantung kepada pemakainya, mampukah ia
menjadikannya “senjata” atau “boomerang” bagi dirinya sendiri.
Metode Mengukur Efektivitas Program PR Online.
Pertama, menghitung jumlah orang yangmengunjungi dan memberikan informasi rinci mengenai dirinya pada website
tersebut. Dalamsuatu kampanye, PRO profesional harus mengintegrasikan
berbagai media sebagai publisitas, misalnya untuk peluncuran website
baru, dibuat iklan secara serial mulai beberapa hari sebelum peluncuran
sampai pada hari peluncuran baik di media cetak maupun elektronik.
Iklan ini dimaksudkan untuk menimbulkan rasa penasaran khalayak,
sehingga pada hari peluncuran banyak sekali orang menungjungi website tersebut. Website
dibuat semenarik mungkin, sehingga orang merasa senang dan kagum dan
mau memberikan informasi rinci mengenai dirinya. Efektivitas kegiatan PR online ini diukur dengan menghitung jumlah or ang yang mengunjungi dan memberikan informasi rinci mengenai dirinya pada website tersebut.
Kedua,
laporan penjualan bulanan dari pengecer resmi. Kampanye PR yang
diadakan sehubungan dengan kehadiran kegiatan perusahaan di internet
dapat mendatangkan para pelanggan baru walaupun situs tidak melakukan
transaksi atau jual beli. Dalam situs mereka dapat mengetahui semua yang
ingin mereka ketahui mengenai perusahaan tersebut dan produk yang
dihasilkan. Dari situ pula mereka dapat menentukan apa yang ingin mereka
beli. Walaupun perusahaan tidak menjual secara langsung, namun dari
data yang mereka berikan. Anda dapat memberikan informasi mengenai
tempat-tempat menjual produk Anda. Melalui hubungan yang telah dibina,
perusahaan bisa mendapatkan informasi/laporan dari para pengecer
mengenai di mana pembeli mengetahui pengecer tersebut, dan berapa
jumlahnya secara pasti. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui
jumlah pasar yang pasti.
Ketiga, mengukur tingkah laku khalayak.Mengukur
dampak dari kegiatan internet dapatdilihat dari perilaku khalayak.
Perusahaan harus memfasilitasi situs mereka dengan segala informasi yang
perlu diketahui masyarakat. Dalam situs tersebut juga harus dilengkapi
dengan informasi bagaimana dan saluran apa yang dapat dipakai pengunjung
untuk menyampaikan umpan baliknya kepada perusahaan. Pengkuruan dapat
dilihat pada berapa banyak orang yang memberikanumpan balik melalui
saluran-saluran yang disediakan, berapa banyak yang menggunakan jasa
perusahaan (bila perusahaan itu jasa) dan sebagainya.
Keempat, memantau liputan media. Beberapa studi kasus membuktikan bahwa penggunaan19 website untuk media relations dapat meningkatkan tingkat liputan di media massa dengan membuka website dari perusahaan, wartawan bisa mendapatkan berita hanya dengan meng-cut dan mem-paste informasi yang ada di website tersebut untuk kemudian dijadikan berita. Jadi, salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas kegiatan PR online adalah dengan memantau berapa banyak informasi dari website yang dijadikan berita di medi massa.
Kelima, memantau penambahan data base.
Sifat internet yang “one to one”, memungkinkan PRO untuk mendapatkan
informasi rinci tentang khalayak sasaran, yang tidak dapat diperoleh
dari tatanan komunikasi yang lain yang konvensional. Organisasi yang
mengunjungi website
akan memberikan informasi yang rinci tentang dirinyauntuk keperluan
tertentu, misalnya untuk mencari pekerjaan sehingga informasi mengenai
orang tersebut akan masuk ke dalam data base market ing perusahaan yang sewaktu-waktu akan digunakan oleh perusahaan. Penambahan informasi pada data base inilah yang bisa dijadikan alat ukur efektivitas kegiatan PR online.
0 Komentar