Pengetahuan Covid-19 Bukan Hanya Pemberitahuan



Pengetahuan COVID-19 Bukan Hanya Pemeritahuan
Deva Fransiska, karyadeva@gmail.com

            Tentang Covid-19 tidak ada habis-habisnya menjadi perbincangan hangat mulai dari bulan Desember 2019 hingga saat ini. Ya, Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang menyerang system pernapasan sehingga menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Keberadaannya ditemukan pertama kali di Wuhan, China. Lalu menyebar keseluruh Negara.
            Covid-19 membuat banyak Negara dalam masalah besar bukan hanya pada bidang kesehatan tetapi berdampak pada semua sektor baik itu perekonomian, pariwisata, budaya dan sosial. Sehingga, pemerintah harus memutar otak untuk menetapkan kebijakan yang sekiranya tidak merugikan banyak orang. Pemerintah di suatu Negara berusaha untuk memutus rantai Covid-19 dengan membatasi aktivitas masyarakatnya namun di sisi lain harus memperhatikan sector-sektor yang akan berdampak sehingga akan membuat masyarakat menjadi kesusahan.
Di Indonesia sendiri dalam penanganan pencegahan Covid-19 sudah berbagai kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga saat ini warga Indonesia berada pada masa New Normal atau tatanan kehidupan baru dengan memperhatikan protocol kesehatan. Hal ini ditetapkan dengan tujuan agar perekonomian masyarakat tetap berjalan.
Namun, meskipun berada pada era New Normal ternyata Covid-19 tidak semudah itu untuk berdamai dengan masyarakat Indonesia hal ini dibuktikan dengan data pantauan Covid-19 yang setiap hari semakin bertambah. Sudah banyak masyarakat yang lengah terhadap protocols kesehatan semenjak diberlakukannya New Normal ini. Beberapa masyarakat bahkan tidak percaya terhadap penyakit Covid-19 dan menganggap pandemic ini sebagai politik semata yang dilakukan oleh segelintir orang. Pemahaman seperti ini yang harus diluruskan karena dapat mengakibatkan kepercayaan masyarakat dapat menurun kepada Pemerintah.
Dalam pencegahan Covid-19 sangat diperlukan komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah karena dengan komunikasi dapat membangun kepercayaan. Upaya pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 terbilang baik karena secara terus menerus mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokols kesehatan, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut kurang maksimal. Diantaranyan :
1.      Adanya oknum yang menyebar berita hoax.
Di media sosial sangat banyak informasi yang terkadang bertentangan dengan fakta yang terjadi dilapangan dan tidak sedikit pula masyarakat mempercayai informasi hoax yang disampaikan. Sama halnya dengan kasus Covid-19 banyak informasi yang disampaikan tidak sesuai fakta yang terjadi dilapangan terlebih jika informasi tersebut menyudutkan pemerintah yang mengakibatkan menurunnya kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah.

2.      Hanya dijelaskan secara garis besar
Beberapa masyarakat pernah mengatakan tidak terlalu paham dengan pandemic Covid-19 ini. Tidak begitu tau penyakit seperti apa yang dihadapi hal ini membuktikan bahwa masih ada masyarakat yang belum tersentuh sosialisasi Covid-19 dari pemerintah atau sosialisasi hanya disampaikan secara garis besar sehingga membuat masyarakat tidak mengerti.

3.      Tidak adanya satu pintu informasi
Dalam penyampaian informasi kepada masyarakat tentunya harus informasi yang sekiranya tidak menimbulkan pertanyaan atau konflik. Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan Protokols Covid-19 sebagai pedoman dalam penanggulangan Pandemi Covid-19 namun masih ada beberapa kepala daerah yang memilih menyampaikan informasi khalayak yang berbeda dari Protokols Covid-19 sehingga membuat pertanyaan-pertanyaan di masyarkat.

Dalam pelaksanannya mengenai Covid-19 bukan hanya pemeritahuan begitu saja tetapi ada edukasi yang diberikan kepada masyarakat sehingga paham dengan apa yang terjadi serta menjauhkan masyarakat dari berita-berita hoax yang tengah tersebar di sosial media. dalam pelaksanaannya dibituhkan Public Relations yang menjadi pembangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah melalui pendeketan yang dapat dilakukan secara personal, kelompok ataupun massa. selain itu, pemerintah dapat melakukan kerjasama dengan media dalam penyebaran satu pintu informasi kepada masyarakat.Pengedukasian secara bertahap perlu dilakukan agar dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

0 Komentar

Terbaru